How to Backup Konfigurasi Router Mikrotik
Router adalah salah satu perangkat yang di gunakan untuk mengirimkan sebuat paket data yang melalui sebuah jaringan ke tujuan tertentu. Router bekerja dengan menggunakan routing protokol, proses routing terjadi pada layer ke 3 (tiga) berdasarkan OSI layer. Terkait apa itu OSI layer akan saya bahas di lain kesempatan.
Router memiliki beberapa fitur umum yang sudah banyak di kenal diantaranya pembagian subnet, DHCP Server dan client, Firewall, Filtering, NAT, dan lain-lain. Sepertinya hal yang sudah saya sebutkan tadi sudah umum di ketahui para master mikrotik di luar sana.
Mikrotik sendiri merupakan salah satu sistem operasi dan perangkat lunak yang dapat menjadikan suatu komputer menjadi router. Mikrotik sendiri dasarnya berbasis CLI tapi jarang yang menggunakannya karena orang lain lebih enak menggunakan versi GUI-nya.
Sebagai seorang engineer sebuah network tentunya kita setelah melakukan beberapa konfigurasi dan perubahan di mikrotik harus melakukan backup. Dimana ini sangat berguna ketika ada sebuah insiden yang menyebabkan mikrotik kita tidak bisa di akses, atau ada orang iseng yang sengaja melakukan perubahan pada jaringan kita namun kita tidak mengetahui perubahan apa yang telah di lakukan orang tersebut. Tentunya sebagi seorang peanggung jawab kita harus mengembalikan agar performa jaringan kita kembali dan dapat di gunakan seperti semula.
Nah ada cara mudah agar itu dapat dilakukan dengan cara melakukan backup dan restore. Ini akan mengembalikan agar konfigurasi kita kembali hingga backup terakhir yang di lakukan. Langung saja berikut caranya ;
1. Login ke router mikrotik ,noted: lebih baik gunakan versi terbaru dari winbox dan selalu update firmware dari router kalian.
2. Pilih bagian new terminal
3. Ketikan perintah file export=" (nama_file)"
4. Selesai, selanjutnya tinggal memindahkan file backup yang berada pada menu file lalu lakukan drag and drop ke komputer kita. Contoh file di bawah ini , tinggal di tarik ke folder komputer kita.
Kegiatan backup seharusnya sering dilakukan oleh seorang engineer network karena hal itu mempermudah melakukan manage jaringan yang di jalankan, engineer network tentunya tidak hanya memanage satu perangkat saja oleh karena itu backup dan restore sangat membantu bagi seorang engieer.
Kegiatan backup lebih baik di lakukan beberapa minggu sekali walaupun tidak ada perubahan di jaringan kita. Mungkin sekian yang dapat saya bagikan saran dan tanggapan sangat saya harapakan terimakasih.
Router adalah salah satu perangkat yang di gunakan untuk mengirimkan sebuat paket data yang melalui sebuah jaringan ke tujuan tertentu. Router bekerja dengan menggunakan routing protokol, proses routing terjadi pada layer ke 3 (tiga) berdasarkan OSI layer. Terkait apa itu OSI layer akan saya bahas di lain kesempatan.
Router memiliki beberapa fitur umum yang sudah banyak di kenal diantaranya pembagian subnet, DHCP Server dan client, Firewall, Filtering, NAT, dan lain-lain. Sepertinya hal yang sudah saya sebutkan tadi sudah umum di ketahui para master mikrotik di luar sana.
Mikrotik sendiri merupakan salah satu sistem operasi dan perangkat lunak yang dapat menjadikan suatu komputer menjadi router. Mikrotik sendiri dasarnya berbasis CLI tapi jarang yang menggunakannya karena orang lain lebih enak menggunakan versi GUI-nya.
Sebagai seorang engineer sebuah network tentunya kita setelah melakukan beberapa konfigurasi dan perubahan di mikrotik harus melakukan backup. Dimana ini sangat berguna ketika ada sebuah insiden yang menyebabkan mikrotik kita tidak bisa di akses, atau ada orang iseng yang sengaja melakukan perubahan pada jaringan kita namun kita tidak mengetahui perubahan apa yang telah di lakukan orang tersebut. Tentunya sebagi seorang peanggung jawab kita harus mengembalikan agar performa jaringan kita kembali dan dapat di gunakan seperti semula.
Nah ada cara mudah agar itu dapat dilakukan dengan cara melakukan backup dan restore. Ini akan mengembalikan agar konfigurasi kita kembali hingga backup terakhir yang di lakukan. Langung saja berikut caranya ;
1. Login ke router mikrotik ,noted: lebih baik gunakan versi terbaru dari winbox dan selalu update firmware dari router kalian.
![]() |
| Sumber : aavankomputer.blogspot.com |
2. Pilih bagian new terminal
![]() |
| Sumber : aavankomputer.blogspot.com |
3. Ketikan perintah file export=" (nama_file)"
![]() |
| Sumber : aavankomputer.blogspot.com |
4. Selesai, selanjutnya tinggal memindahkan file backup yang berada pada menu file lalu lakukan drag and drop ke komputer kita. Contoh file di bawah ini , tinggal di tarik ke folder komputer kita.
![]() |
| Sumber : aavankomputer.blogspot.com |
Kegiatan backup seharusnya sering dilakukan oleh seorang engineer network karena hal itu mempermudah melakukan manage jaringan yang di jalankan, engineer network tentunya tidak hanya memanage satu perangkat saja oleh karena itu backup dan restore sangat membantu bagi seorang engieer.
Kegiatan backup lebih baik di lakukan beberapa minggu sekali walaupun tidak ada perubahan di jaringan kita. Mungkin sekian yang dapat saya bagikan saran dan tanggapan sangat saya harapakan terimakasih.










No comments:
Post a Comment